Friday, May 18, 2007

Tok Janggut

Meninggal 1915
Tok janggut
Rahimidin zahari

Kuharung sungai
Kususur bukit tujuh gua yang silam
Aku murba perkasa
Kau tuduh penderhaka celaka?

Aku tak pandai berselindung
dengan kepang dan senandung
Suaraku tak mungkin semerdu seruling

Aku tak rela tanah darahku diinjak dijajah
Aku tak rela hasil bumiku dicantas dipulas
Aku tak rela bangsaku dipandirkadukkan
Aku tak rela islam agamaku disendatemehkan

Tok janggut haji mat hasan namaku
Tujuh lapis langit terpikul di bahu
Tujuh lapis bumi tercengkam di kaki

Aku pulang dari tanah makkah yang putih dan suci
Ingin ku lihat tanah darahku tanpa dijajah
Kubaca jamaluddin al afghani
Kuhafal reformis Muhammad abduh
Dan kugenggam ideology rasyid redha

Tok janggut haji mat hasan namaku
Anak kelantan kelahiran pasir putih
Kampung saring mahupun jeram
adalah padang permainanku
adalah gelanggang silat
tempat kau memperlimaukan diri

Aku pulang siap sedia sebagai lelaki anak jantan perkasa
Aku siap sedia menitiskan darah ke ranting cempaka
Ini tanah darahku tak kurela kau kikis habis

Kuoleng mangkuk mimpi para tirani
Inilah nafasku
Angin bergegas menyebarkan tandus
Dan nah!
Darah matahariku akan terpercik
Ke tanah pasir putih
Rintih angin taufan sedialah kau akanku amuk
Kugetus jantung hatiku
Kalaupun aku mati di tangan bangsaku
Aku mati sebagai pembela sejati

Mutiara tetap mutiara
Meskipun terpendam di perut tiram
Jauh pada dasar lautan


1 comment:

Mohd. Fikri said...

Slm sjtera,
sayu hati bila melihat foto yg x pernah dilihat, apa pun trima kasih atas maklumat foto yg diusahakn itu...